Minggu, 13 Desember 2015

Puisi Ibu di Hari Ibu :Sri Sunarti Poetry‎ dalam PEREMPUAN-PEREMPUAN TANGUH


Sri Sunarti Poetry‎













Perempuan-peremppuan Tangguh

perempuan -perempuan ilalang
bertelanjang kaki,menyapa pagi
menuju terjalnya pematang
bekerja membalik tanah
menjemput asa, seluas hati
perempuan-perempuan perkasa
berselendang di sudut-sudut pasar
mengangkut beban seberat harapannya
upah tak seberapa cukup baginya
menjelang subuh hingga ashar
bergulat dengan peluh dan kumuh di sepanjang
jalan yang dilaluinya
perempuan-perempuan kasih
merajut jaring,menenun, meraih mimpi
di balik tembok perababan
tetapi air susunya tetap menetes di
di bibir anak-anaknya
tak lepas dari kasih suaminya
tak ada keluh kesah
tak tergerus oleh waktu dan arus global
yang meracuni di setiap tarikan nafasnya
perempuan-perempuan di kitaran airmata
kekerasan,penyiksaan dalam rumah tangga
tetap bertahan demi alasan anak bangsa
mungkin rasa cinta yang masih tersisa
dan sejumput asa di antara kerasnya
beban hidup yang semakin menggila
mereka perempuan-perempuan tangguh
menyapa mentari hingga menjelang senja
menebar asa sepanjang masa
tak ada keluh kesah
di setiap saat selalu ada
di setiap duka melipur lara
di setiap sudut hati terselip doa
ketulusan , kejujuran ,dan kesetian
demi anak-anak tercinta
demi doa seorang perempuan
perempuan yang engkau sebut Ibu

Karya:Sri Sunarti, Des 2015