Senin, 30 April 2018

Sri Sunarti dalam Aku masih berdiri

Sri Sunarti
Aku masih berdiri

di punggung bumi yang melahirkan banyak kekayaan
di gigir pantai yang menyembunyikan mutiara manikam
di indahnya geliat  wisatawan yang snorkeling
ikan-ikan cantik bertebaran di bawah karang laut
negeriku kaya ikan hingga harus mengimpor ikan
dari negeri saudara tua
hingga cacing berprotein tinggi bertengger di ikan kemasan kaleng

Aku masih berdiri,
di gigir pantai jauh menatap
negeriku subur hingga harus mengimpor rumput laut
dari negeri sebelah
mengekspor pasir untuk reklamasi hingga laut abrasi
lalu  kapal-kapal asing berlalu lalang mencuri ikan
dan siap dtenggelamkan
negeriku kaya tetapi selalu kekurangan
negeriku dijaga tetapi selalu kemalingan
lalu siapa pemilik dan penjaga negeri ini
Aku masih berdiri, digigir pantai
Tersenyum dalam kepahitan

Indramayu,2018

Sri Sunarti

Negeri Impor

terik menerpa jalanan tak bertepi
di antara ayunan langkah laki-laki bertelanjang dada
menuju pematang menjemput asa
di antara tumpukan jerami yang terangkum
di setiap musim tiba
tapi semua melimpah di negeri  subur penuh hasil bumi
sementara ia tak kuasa melawan regulasi impor beras
yang menggilasnya
di jargon negeri kaya swasembada pangan
lalu apa yang tersisa, kedelai,pupuk,pestisida,garam
dan deret daftar barang  impor lainnya
hingga dosen impor isyu terkini
tak kuasa menepisnya , membanjiri negeri ini
sampai semburat merah di kaki langit menjemput senja
langkahnya tak surut dan kian pasti
untuk tetap berdiri tegak menjadi tuan di negeri sendiri


Indramayu, 2018

Sri Sunarti,M.Pd.,Lahir di Indramayu, 24 Mei 1965, Alumni Pascasarjana UPI Bandung. Mengikuti antologi bersama : Antologi Puisi Resital dari Negeri Minyak ,  (Dewan Kesenian Indramayu DKI, 2001), Perempuan di Persimpangan ,(DKI,2003),Romantisme Negeri Minyak (DKI-Formasi,2013}, Cimanuk,Ketika Burung-burung Kini Telah Pergi, Antologi Puisi 100 Penyair Nusantara,(Lovz Rinz Publishing,Cirebon,2016), Tadarus Puisi, Penyair Indonesia Modern, Antologi Bersama,  (CV Media Pustaka,Yogyakarta,2017) ,Negeriku Terjajah (CV Media Pustaka,Yogyakarta,2017), Menebar Karakter Sampai Papua. Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (CV Mediaguru, Surabaya,2017).
Cerita pendeknya terdapat di  Maaf Buku Ini Aku Simpan , Kumpulan Cerpen Guru Penulis Sagusabu (Ciayumajakuning,Yayasan Pelita Parahiyangan Goebok Senja  Poestaka, Bandung,2018). Antologi Cerpen Matahari Retak di Atas Cimanuk (DKI,2010),
Menulis Karya ilmiah di Kumpulan Karya Ilmiah Riksa Bahasa II, Penyandingan  Bangsa melalui Pengajaran  Bahasa bagi Penutur Asing (Rizqi Press, Bandung,2010),