Selasa, 25 Juni 2019

Puisi 32-36 Tadarus Puisi Ramadhan 1440 H/2019

32.
Barokah Nawawi

Ramadhan Penuh Berkah


Taka da hidangan yang lebih nikmat
Selain buka bersama di bulan Ramadhan
Anak-anak, remaja, tua muda, laki-laki dan wanita
Berkelompok bangun salaturahmi di surau-surau dan masjid
Mendengarkan dengan khidmat tausiah para ustadz
Disampingnya merebak aroma harum ayam panggang, sayur dan nasi hangat
Yang menambah semangat.

Taka ada ibadah sholat yang lebih nikmat
Selain tarawih di bulan Ramadhan
Berjamaah khusuk memohon ampunan kepada Ilahi Robbi
Yang di tiap rakaatnya semakin mendekatkan kita
Kepada cinta Nya yang sempurna.

Taka ada iktikaf yang lebih khusuk
Selain di malam-malam akhir Ramadhan
Berharap berjumpa dengan malam yang paling mulia
Malam dimana Engkau curahkan hujan rahmat dan ampunan
Engkau kabulkan doa hambaMu yang bersimpuh dalam sujud panjangnya
Dan Engkau bebaskan dia dari siksa api neraka.

Wahai Sang Maha Pengampun
Semoga Kau terima ibadahku meski tak sempurna
Karena kusadar diriku memang tak sepadan
Jiwa rapuhku masih sering tergelincir kilau dunia
Yang membelenggu jiwa.































33.
Iwan Bonick

Ramadhan 2019
Ramadhan kali ini begitu terasa
Tiap waktu
Setiap saat
Ada saja hasut juga hasat
Hingga tak tau
Mana benar
Mana salah
Dan kita pun
Membenarkan juga menyalahkan

Ramadhan kali ini begitu resah
Wajah wajah penuh amarah
Terlihat jelas dengan kebenciannya
Tak terpikirkan kedamain
Dan kita resah
Merindukan kedamaian

Ramadhan kali ini begitu gelisah
Mereka nodai bulan sucinya menyakiti
Untuk ambisi
Saling menyakiti
Dan kita menyaksikannya
Demi gengsi

Ramadhan tetaplah Ramadhan

Ramadhan yang dirindu
Ramadhan yang dinanti
Kp Teluk Angsan Bekasi Ramadhan 2019

Iwan Bonick

Pada satu malam Ramadhan

Wajah wajah penuh tanya
Menanti jawaban pertanyaannya
Tanya di jawab
Menjawab  ias 
Tanya bertanya
Jawab menjawab

Pada satu malam Ramadhan
Wajah wajah penuh harap
Menanti harapan
Harapan dinanti
Nanti menanti
Harap berharap

Pada satu malam Ramadhan
Wajah wajah penuh gembira
Bersama bergembira
Gembira bersama
Bersama sama
Gembira bergembira

Pada satu malam Ramadhan
Wajah wajah penuh kesedihan
Sedih berpisah
Sedih berjumpa
Sedih di tinggalkan
Sedih merindukan
Sedih yang dinantikan


Sedih akan tanya
Sedih akan harapan
Sedih akan bahagia
Sedih akan kesedihan

Kp Teluk Bekasi Ramdhan 2019




























34.
Puisi Zen KR. Halil 
Anak Kecil
; Teruntuk Ahmad Subairi

Lihatlah, Kawan!
Anak-anak kecil itu
Sepanjang siang menyemai riang
Dengan layang-layang
Atau berkejaran di jalan-jalan tiada ketakutan.
Oh! Betapa tanpa dosa mereka
Bersama-sama memakan senja
Dan mengakhirinya dengan luka
Dalam tangis yang pecah
Di peluk orang tua mereka.

Sungguh! Mereka tiada mengerti
Bagaimana sebenarnya memaknai sepi
Seperti matahari yang setia menyendiri
Sepanjang pagi, siang, atau bahkan sore hari.
Lalu, di malam hari ia lebih memilih untuk bersembunyi.

Anak-anak kecil itu, Kawan
Yang teramat senang memburu penat
Dan geram pada seluruh yang membungkam.

Anak-anak kecil itu, Kawan
Memaknai tawa sebagai cinta
Memaknai airmata sebagai tanda
Bahwa mereka telah suntuk memeluk kantuk.
Mereka yang matanya senantiasa berbinar-binar
Benar-benar tak tahu cara membunuh rindu
Selain dengan tangis menderu-deru
Dan aku yakin, kau belum tahu maksud semua itu.

Anak-anak kecil itu pula, Kawan
Selalu mengajariku
Bagaimana cara berubah
Menjadi air mengalir di sungaimu
Menjadi batu-batu bisu di otakmu
Atau menjadi udara
Yang bebas mengembara kemana saja.
Dan selagi tangan-tanganku mampu
Mereka takkan berhenti menyuruhku
Untuk memetik seluruh bintang di dalam kepalamu.

Lalu, di suatu malam
Kudengar mereka bergumam
“ Jadilah seperti kami
Sepanjang hari, hidup begitu puisi.”

Annuqayah, 14 Maret 2019















35.Sri Sunarti

Asa Ramadhan

lantunan azan berkumandang khidmat
sejumput kurma menemani penuh nikmat
di antara rasa syukur menyeruak di hati
dan lantunan zikir setiap hari

orang-orang  bergegas menuju surau
gemericik tetes sisa air wudhu
menembus hingga dasar qolbu
tadarus dan bersujud menuju ridho-Mu

ya Ramadhan,
malam-malam-Mu akan berakhir
berebut meraih  Lailatul Qodar
di sepanjang perjalanan usia
akankah  kita bertemu di Ramadhan tahun depan

ya Ramadhan,
janganlah engkau berlalu meninggalkan kami
karena akan selalu merasa kehilangan dan tetap di hati
andai Engkau ijinkan ,kutukar dengan seribu bulan
dan kan kupersembahkan berlipat kali qatam Al-quran


Indramayu , 2019




36.
Riswo Mulyadi

Belajar Puasa

anak-anak belajar mengenal  ias  melalui lambung
meremas-remas perut
menahan perih
sebelum kenyang dengan segala menu
racikan dunia
penggoda selera

anak-anak belajar menjelajah rasa
mencari cahaya yang diceritakan ayah bundanya
tentang kasih  ias 
tentang ampunan
tentang pembebasan

anak-anak belajar mengenal sorga dari perih lambungnya
pancaran lapar si papa
mengenali rasa di luar dirinya
cinta  ias 
kepedulian yang mati di jaman ini

anak-anak belajar puasa
menahan diri
rasa yang belum begitu dimengerti

Karanganjog, 31 Mei 2019