Tampilkan postingan dengan label Ayo Kesekolah : Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayo Kesekolah : Berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Oktober 2012

KETUA PB PGRI PUSAT DR H SULISTIYO,MPd. MINTA GURU TINGKATKAT SEMANGAT MENGAJAR DAN JANGAN KHAWATIR NILAI UJI KOMPETENSI ONLINE RENDAH

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Besar PGRI dalam pembukaan KONKERPROP IV DAN RAKORPIMPROP II PGRI PROPINSI JAWA BARAT hari ini  tanggal 7 dan 8 Oktober 2012




                               Ramah tamah setelah pembukaan Konkerprov IV dan Rakorpimprov II

                                Dr. Sulistiyo Ketua PB PGRI berbincang-bincang dengan Gubernur Jabar
                         
                                Dr Suhaeli Ketua PD II PGRI Kabupaten Indramayu

Kekhawatiran guru kehilangan tunjanan profesi bila nilai uji kompetensinya rendah itu ditegaskan oleh Dr Sulistiyo tidak usah khawatir. Karena Uji Kompetensi Guru (UKG) memerlukan fariabel-fariabel dari berbagai aspek guru seperi pengajaran, kinerja, semangat kerja, dan bidang yang menjadi tugas kewajinbannya. Sebagai contoh bila guru mata pelajaran olah raga di tes matematika, atau guru agama dites mata pelajaran lainnya.

Pada Kesempatan itu PB PGRI tengah mengusahakan berbagai upaya dalam rangka peningkatan mutu guru dan kesejahteraan.

                                Ensambel SMA Bandung turut memeriahkan acara



                                Gedung Pakuan Bandung

Konferensi Kerja Provinsi IV dan Rapat Koordinasi Pimpinan Provinsi II PGRI Provinsi Jawa Barat selain dibuka oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat, DR (hoc) Ahmad eriawan, LC,  juga dihadiri  Ketua Pengurus Besar PGRI DR H Sulistiyo, MPd., juga tampak Ketua PD I PGRI Provinsi Jawa Barat Drs. H K Edi Permadi, MMPd, dan Sekum PD I PGRI Propinsi Jawa Barat Drs. H Dede Amar,MMPd. Acara berlangsung di Gedung Pakuan Bandung dan dilanjutkan di tempat konferensi di hotel Pangheugar Bandung. Diikuti oleh sekitar 800 utusan dari Cabang PGRI dari 24 Kabupaten/Kota  seluruh Jawa Barat

Rabu, 16 Mei 2012

CAMAT PASEKAN INDRAMAYU BANTU SISWA YATIM PIATU


Camat Pasekan Kab. Indramayu , Iskandar, SH, pada 15 Mei 2012, di sela-sela kesibukannya sebagai Camat Pasekan menyempatkan diri untuk mendatangi anak yatim piatu yang saat ini menjadi siswa SD di beberapa SD di kecamatan Pasekan.
    Camat yang dikenal perhatian kepada siswa miskin ini selain bertanya jawab dengan siswa yatim piatu juga  berkesempatan membagi-bagikan uang saku siswa yatim-piatu dan siswa dari keluarga miskin, sebagai ujud kepedulian sosial dan rasa menghargai masyarakat miskin di Pasekan.
     Dalam kesempatan pemberian uang saku siswa yatim/piatu dan siswa miskin di SDN Brondong 1 , Beliau berharap agar siswa miskin ini mendapat perhatian khusus dari guru/sekolah. Beliau juga sempat menanyakan kepada siswa yatim- piatu sejau mana tentang kesulitan belajar. Ia memberi semangat kepada siswa penerima uang saku itu agar rajin belajar dan tidak tertinggal belajar karena keterbatasan dan memberi semangat untuk tidak minder dengan teman-teman lainnya.
     Kegiatan Camat Pasekan ini dilakukannya setiap tahun sekali dan pada kesempatan ini  beliau  didampingi Pengawas TK,UPTD Pendidikan Kec. Pasekan, Taufiq Ibrahim  dari kantor UPTD Pendidikan Pasekan.
     Pemberian uang saku belajar dari pejabat pemerintaan seperti Camat Pasekan ini patut dijadikan suri tauladan yang  diarapkan dapat diikuti oleh pejabat lainnya dan masyarakat mampu lainnya. 

Rabu, 09 Mei 2012

UJIAN NASIONAL SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PASEKAN INDRAMAYU BERJALAN LANCAR

Demikian diungkapkan oleh sekretaris Panitia UN SD Kecamatan Pasekan Indramayu, Nonon Warsono, bahwa penyelenggaraan UN SD di Kec, Pasekan berjalan dengan memuaskan. Hingga ditulisnya berita ini seluruh peserta UN SD dari 14 SD Neeri yang menyelenggarakan  UN telah menikuti UN hingga selesai tanpa satu pun yang alfa/tidak hadir. Ini berarti keadiran telah mencapai 100%.
    UPTD Pendidikan Kecamatan Pasekan Indramayu, memiliki 14 Sekolah Dasar Penyelenggara UN, walau hanya menangani 14 SD, pihak kecamatan meinginkan agar pelaksanaan UN taun 2012 ini berjalan dengan baik, karena itulah seluruh Kepala SD bersama-sama mensukseskan UN ini. Tahapan-tahapan  telah dilalui dari mulai persiapan, keamanan naskah, sampai pada kesiapan penawas ruang UN dipersiapkan dengan matang. Seingga sampai dengan hari terakir UN berjalan lancar sesuai petunjuk pelaksanaan UN dan POS (Prosedur Operasional Standar) yan telah ditetapkan oleh Dinas/Kementrian Pendidikan Nasional.
 
   

Kamis, 08 Maret 2012

RENCANA KENAIKAN BBM DI INDRAMAYU DIKHAWATIRKAN NELAYAN TURUNKAN PENDAPATAN

Kebijakan Pemerintahan SBY yang merencanakan kenaikan harga BBM dan Gas mengagetkan para nelayan di Indramayu. Pasalnya BBM dan Gas merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi pelayaran perahu pencari ikan. Terutama solar sebagai bahan bakar diesel penarik perahu serta gas sebagai bahan bakar dapur perahu penting artinya bagi kebutuhan nelayan yang melaut. Setiap perahu yang melaut menjaci ikan untuk jenis perahu kursin dibutuhkan sekitar 1000 sampai 2000 liter sedang tabung gas ukuran 3 kg dibutuhkan sampai 30 tabung untuk pelayaran satu bulan. Jika pemerintah tetap menaikan harga BBM maka menurunlah pendapatan mereka.
   Para nelayan mengharapkan Pemerintah menunda dulu rencana kennaikan BBM ini. Apalagi sekarang belum lagi diputuskan kenaikan BBM, harga sembako sudah mulai merangkak naik.

Kamis, 23 Februari 2012

PENGEMUDI BECAK MAKIN TERJEPIT DI INDRAMAYU

Mingguan Potlot Indramayu,
Laporan Agus Warsono, SPd.MSi.

 Ruas jalan yang makin banyak di kota Indramayu dengan bertumbuhnya pembangunan perumahan dan hasil pembangunan yang demikian pesat di Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Anna Sopana membuat semakin banyaknya jumlah penduduk perkotaan di Indramayu terutama di tiga kecamatan Indramayu, Balongan dan Sindang. Pertumbuhan penduduk perkotaan yang semakin padat itu dikarenakan jumlah penduduk yang bertambah dari para pendatang yang berusaha mengais rezeki di kota indramayu yang merupakan kota yang dekat dengan kilang minyak terbesar di Indonesia.
    Perubahan pertambahan penduduk seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan budaya, dimana masyarakat kota indramayu telah meningkat daya beli dan selera tuntutan zaman. Seperti Masyarakat kerap menggunakan sepeda motor / mobil untuk transportasi keluarga.Bahkan anak-anak pelajar SMP/SMA/K sekarang banyak yang menggunakan sepeda motor.
   Seiring dengan itu , Indramayu yang dulu di tahun sampai dengan tahun 90-an banyak berseliweran becak, kini mulai berkurang. Walau demikian jumlah ini memang masih cukup banyak, namun kendalanya berkurang sekali  sekali masyarakat menggunakan jasa becak ini.
   Menurut seorang abang tukang becak yang biasa mangkal  di pasar mambo, sepinya penumpang ini disebabkan karena masyarakat ini dapat dengan mudah memiliki kendaraan sepeda motor dengan kredit.
bahkan tanpa uang muka.
   Keadaan perkembangan Indramayu ini menjadi semakin sulitnya mata pencaharian tukang becak di Indramayu. Bahkan ada tukang becak yang sampai setengah rari tidak mendapat penumpang. "Wah untung-untungan, Mas, kadang dapat 20 ribu kadang hanya cukup untuk satu kilo beras ," katanya mengenaskan. 

Minggu, 19 Februari 2012

Petani Pasekan Kembali Menanak Nasi Pakai Kayu Bakar

Mingguan Potlot 19 Pebruari 2011
Liputan : Agus Warsono

   Warga Kecamatan Pasekan Indramayu terutama para petani tambak / padi dan buruh tani kini di dapur-dapur mereka tak dijumpai tabung gas apalahi kompor gasnya. Yang terlihat hanya pawon kayu bakar untuk keperluan masak-memasak dalam kehidupan mereka.
   Jauh hari sebelumnya mereka memang menggunakan tabung dan kompor gas dari pemberian pemerintah, hanya karena gas isi ulangnya bagi mereka cukup mahal sehingga beralih ke kayu bakar.
   Menurut beberapa ibu-ibu di sana, menggunakan tabung gas selain gas yang cukup mahal juga terdapat peralatanm lain yang cukup menyusahkan. Seperti kompor gas yang pematiknya cepat rusak, kemudian regulator juga perlu rutin diganti, jadilah menggunakan kompor gas penuh resiko,
    Karena minyak tanah cukup mahal dan susah dicari, jadilah banyak warga yang menggunaklan kayu bakar.
    Sekarang kayu bakar mulai ada harganya , dan kayu-kayu bekas juga dapat dimanfaatkan utuk katu bakar.

Sabtu, 24 Desember 2011

RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dengan ranah kognitif, Afektif dan Psikomotor

Seringkali guru kesulitan memulai membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) padahal jika kita memahami tiga ranah itu, kita akan dengan mudah memulai membuat RPP yang baik. Mareilah kita tinjau dulu beberapa kata kunci dal;am Kurikulum 2006 / atau yang dapat diadaptasi menjadi Kurikulum Sekolah /KTSP.
   Pada Styandar Kompetensi akan kita dapatkan beberapa kata kunci sebagai berikut : Mendevinisikan, Menerapkan, Mengkonstruksikan, mengidentifikasikan, Mengenai, Menyelesaikan dan Menyusun.
   Kata-kata kunci tersebut dikembangkan dalam Kompetensi Dasar pada Kurimulum tersebut dengan kata -kata kunci sebagai berikut : Menunjukan, Mermbaca, Menghitung, Menggambar, Melafalkan, Mengucapkan, Membedakan, Mendevinisikan, Menafsirkan, Menerapkan, Mencerirtakan, Menggunakan, Menentukan, Menyusun ,. Menyimpulkan, Mendemonstrasikan, Menterjemahkan, Merumuskan, Menyelesaikan, Menganalisis, Mensintesis dan Mengevaluasi.
Bersambung....

Senin, 22 Agustus 2011

GAJI PNS BULAN SEPTEMBER 2011 DIMAJUKAN CAIR TANGGAL 25-26 AGUSTUS 2011

Demikian pemantauan Mingguan Potlot di beberapa kota di Jawa Barat dan DKI. Hal ini disebabkan Hari Idul Fitri akan jatuh pada tanggal 30 Agustus seremapak. Mengingat kebutuhan akan Hari Idul Fitri ini Pemda setempat mengupayakan agar Gaji PNS dimajukan tanggal pencairannya. Yang semula biasa pada tiap tanggal 1 kini maju menjadi tanggal 25 atau 26 Agustus 2011.
Di samping gaji tersebut bdi beberapa kota di jawa barat Pemda setempat memberikan uang ketupat lebaran/ataui THR untuk khusus Pedawai Negeri yang besarnya berfariasi dari Rp 50.000,- sampai Rp.500.000,- tergantung kemampuan Pemda setempat.
Pegawai Negeri khususnya menarik nafas lega sebab kebutuhan menjelang lebaran sangat mendesak. Apalagi harga-harga sembako mulai merangkak naik.

ANGGARAN PENDIDIKAN NASIONAL 50 % TIDAK TEPAT SASARAN

Demikian pemantauan MIngguan Potlot setelah kebijakan tahun 2005 Anggaran Pendidikan Nasional yang besarnya 20 % dari APBN itu separuhnya tidak tepat sasaran. Beberapa post yang tidak tepat sasaran itu diantaranya, Sarana-prasarana sekolah bertumpuk hanya pada sekolah-sekolah berpredikat Standar Nasional (SN) , dan Sekolah Berstandar Internasional (SBI. Begitu juga pada DAK (fisik bangunan) Perpustakaan, Peningkatan mutu guru tidak menyeluruh, Tunjangan profesional, Bea siswa miskin (BSM), serta sosialisasi berkenaan dengan program.
Kecenderungan pemberian bantuan hanya diperuntukan bagi sekolah ("Sekolah model") seperti SN dan SBI dirasakan terdapat kesenjangan diantara sekolah yang berstandar Nasional/Internasional dengan sekolah biasa-biasa saja. Begitu pula dalam hal kesejahteraan terdapat tunjangan pada sekolah-sekolah berpredikat seperti itu.
Dana Alokasi Khusus tampak sangat tidak tepat sasarn mengingat banyak fisik bangunan perpustakaan yang terbengkelai tanpa digunakan oleh sekolah mengingat bangunan itu tak layak pakai.
Peningkatan mutu guru baik melalui program sertifikasi maupun pendidikan dan pelatihan sangat tidak menyentuh pada peningkatan mutu siswa. Diklat hanyalah alat untuk menghambur-hamburkan anggran saja.
Tunjangan profesional bvagi guru yang telah lulus sertifikasi hanyalah pemborosan, pada kenyataannya tunjangan ini tidak berdampak positiof kepada pengajaran guru penerima sertiofikasi.

Jumat, 19 Agustus 2011

SEKOLAH STANDAR NASIONAL DAN BERSTANDAR INTERNASIONAL SEBAIKNYA DIHAPUS

Kesenjangan terjadi di setiap kabupaten /kota antara sekolah Standar Nasional atau sekolah Berstandar IOnternasional dengan sekolah -sekolah tanpa berpredikat itu.
Kesenjangan tersebut dapat dilihat dari fisik bangunan, sarana pendidikan, sampai dengan tingkat kesejahteraan guru. Padahal UU sitem pendidikan Nasional yang menentukan 20 % anggran pendidikan dari belanja negara setiap tahun itu diperuntukan bagi rakyat tanpa membeda-bedakan status sekolah.
Pola peningkatan mutu dengan memunculkan sekolah dengan simbol-simbol sekolah berstandar nasional/internasional adalah membuat jurang kesenjangan yang pada perhitungan secara umum pendidikan kita masih rendah karena kemajuan pendidikan di setiap dsekolah tidak merata.
Sebetulnya Departemen Pendiddikan sejak dulu telah memiliki konsep pemerataan mutun pendidikan yang sangat bagus seperti sistem pembinaan Gugus Sekolah, namun dengan munculnya sekolah sekolah dengan simbol-simbol standar Nasional dan Internasional justru malah membuat kesenjangan dan ketidak merataan mutu pendidikan di seluruh sekolah di Indonesia.
Bayangkan jika mutu sekolah sekolah di Indonesia hanya pada sekolah dengan sebutan SBI atau SN saja, maka yang menikmati mutu itu adalah golongan masyarakat yang mnampu saja. Oleh karena itu pola simbol-simbol kemajuan pendidikan dengan dibentuknya SBI atau SN di setiap kota/kabupaten diharapkan dihentikan atau dihapus.
Boleh jadi bantuan-bantuan pendidikan dari pemerintah terus mengalir pada sekolah berpredikat SBI atau SN saja maka ini merupakan pemborosan dan sangat tidak sesuai dengan cita-cita awal mengenai usulan agar anggaran pendidikan itu 20%. Karena itu berbagai kalangan dan masyarakat meminta agar Pemeintah menghapuskan model sekolah SBI atau SN dan kembali pada pola pembinaan gugus sekolah.

BANTUAN SARANA PRASARANA UNTUK SEKOLAH DASAR TIDAK MERATA

Dana Pendidikan yang besarnya 20% anggran belanja negara merupakan anggaran yang ideal jika diberikan secara merata untuk peningkatan mutu secara umum pendidikan di Indonesia. Namun pada pelaksanaannya masih banyak terdapat ketimpangan-ketimpangan dan ego para penyelenggra dan penentu kebijakan pendidikan pada bidang masing-masing. Sehingga kemajuan damn peningkatan mutu itu hanya bertumpuk pada sekolah-sekolah tertentu.
Demikian juga pada peningkatan kesejahteraan guru, kesejahteraan bertumpuk pada guru di sekolah-sekolah tertentu. Sehingga banyak di temui di daerah , sekolah-sekolah yang sangat memprihatinkan keadaannya.
Gejala ini adalah dampak dari kebijakan mentri atau direktorat pendidikan dasar dan menengah yang menerapkan peningkatan mutu dengan simbol-simbol seperti Sekolah Berstandar Internasional (SBI) , Sekolah Standar Nasional (SSN). Coba saja kita lihat di sebuah kota kabupaten, sekolah yang maju hanya yang berpredikat SBI atau SSN saja. Sekolah-sekolah lain masih tampak memprihatinkan di sini terjadi kesenjangan antar sekolah dalam tingkat jenjang masing-masing. Karena terjadi kesenjangan itulah banyak masyarakat menilai sistem pendidikan dengan pola simbol simbol kemajuan pendidikan di suatu tempat itu meupakan penyimppangan dari amanat UU tentang anggaran pendidikan yang 20% tersebut.

Rabu, 17 Agustus 2011

HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE- 35 TAHUN 1980

Sebuah Memorial Penulis
Ketika itu masih SMP, para pelajar kumpul di alaun-alun mengikuti upacara Peringatan HUT Kemerdekaan. Sengaja upacara tingklat kabupaten itu lebih pagi dari upacara di tingklat nasional. Maksunya agar bupati dan masyarakat semua bisa nonton tv upacara kemerdekaan di Istana Negara yang dipimpin oleh Presiden.
Setiap pasukan dipimpin oleh ketua OSIS masing-masing sekolah begitu juga dari kalangan pegawai, militer semua dipimpin oleh komandannya. Yang jadi anggota pasukan pengibar bendera oleh bupati diajak ke pendopo untu silaturahmi dan makan bersama. Yang lain pulang ke rumah-masing-masing.
Di warung-warung, rumah-rumah yang punya pesawat tv banyak orang berkumpul menyaksikan upacaran di Istana di tayangan tv.
Di rumah ibuku masak makanan enak sembari liat tv. Rasa kagum melihat seorang demi seorang anggota pasukan Paskibraka diosebut satu persatu oleh pembawa acara TVRI. Begitu pula komandan Upacara di sebutkan otobiografinya oleh pembawa acara.
Presiden menyematkan bintang jasa pada warga negara yang berprestasi.
M Acara lomba anak-anak pun sudah ada. Tradisional murah tapi sangat meriah.

HUT KEMERDEKAAN RI KE-66. MESKI SUASANA RAMADHAN UPACARA PERINGATAN TETEP KHIKMAT

INDRAMAYU,17 AGUSTUS 2011
Upacara diwarnai dengan beberapa peserta upacara pingsan karena tengah melaksanakan puasa Ramadhan
Upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2011 di Kabupaten Indramayu dilaksanakan di Alun-alun pendopo Indramayu, Kantor dinas Insntansi pemerintah, Tingkat kecamatan oleh kecamatan masing-masing, sampai di perusahaan-perusahaan BUMD maupun swasta serta SKA-SMK yang menyelenggarakannya masing-masing. Upacara yang diikuti di tingkat kecamatandihadiori oleh unsur Koramil, Polsek, Kantor Kecama5tan dan UPTD/UPTB yang ada di kecamatan tersebut. Hampir di setiap penyelenggraan upacara tingkat kecamatan diwarnai dengan peserta dari pelajar pingsan, karena fisik yang sedang melakukan puasa Ramadhan.