Tampilkan postingan dengan label Sastra : Puisi Ibu di Hari Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra : Puisi Ibu di Hari Ibu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2018

Ibu Indonesia

Ibu Indonesia

Karya Rg Bagus Warsono

Ada yang gendut ada yang lencir
ada yang ayu ada yang kemayu
ada yang tregep, gesit, dan ada yang gemulai
ada yang mesem ada yang mrengut
ada yang sehat ada yang ngreges
ada yang jorok ada yang rapih
ada yang agresif sex ada yang malu-malu kucing
ada yang mabur-mabur ada yang di rumah saja
ada yang kaya raya ada yang nestapa
ada yang bahagia ada yang nelangsa
ada yang sombong ada yang sabar
Ibu yang sabar ibu Indonesia

(rg bagus warsono, 6 April 2017)

Selasa, 15 Desember 2015

Puisi Ibu di hari Ibu,by Java Atik Ibuku tercantik dan tercinta.

Tiada sekalipun kudengar suara keluh kesahmu wahai
Ibuku tercantik dan tercinta.
Aku sadar-aku sadar (sambil berteriak setengah kesurupan)
beban berat dipundakmu tidak seharusnya Ibu yang memikulnya.
Aku-akulah(teriak lagi)anakmu yang belum mampu menjadikanmu sebagai ratu.
Ibu maafkanlah anakmu ini yang belum sanggup menggendong
Ibu dan perjuanganmu yang gigih sungguh tiada tanding tiada banding.
Ibu ooh ibu(nada lirih)engkau benar-benar idolaku permata hatiku

Eri Syofratmin :Ibu tak letih

Eri Syofratmin

                                Ibu tak letih

Ibu tak letih
letihnya
kau menyulam
kepahitan hidup
demi anak-anak terkasih

Minggu, 13 Desember 2015

Puisi Ibu di Hari Ibu :Ari Casmari dalam Sapu"....nang....sapu"...nok.....

Sapu"....nang....sapu"...nok.....

nang...nok...
biarin ragaku renta....
biar usiaku lanjut...
biarpun rambutku mimutih......
tapi smangatku sll optimis...
karena di sana allah menebarkan rizqi buat hamba nya.....
kan ku sapu rizqi itu buat mempertahankan hidupku....
sapu"....nang....sapu"...nok.....

Puisi Ibu di Hari Ibu : Assa Kartika dalam Geliatmu tak kunjung redup

 Geliatmu tak kunjung redup

Menapaki sisa waktu
Dengan ayunkan seikat sapu
Aku cemburu
Pada pijar matamu
Memburu rizki tanpa rahu
milik Tuhanmu

Puisi Ibu di Hari Ibu :Sri Sunarti Poetry‎ dalam PEREMPUAN-PEREMPUAN TANGUH


Sri Sunarti Poetry‎













Perempuan-peremppuan Tangguh

perempuan -perempuan ilalang
bertelanjang kaki,menyapa pagi
menuju terjalnya pematang
bekerja membalik tanah
menjemput asa, seluas hati
perempuan-perempuan perkasa
berselendang di sudut-sudut pasar
mengangkut beban seberat harapannya
upah tak seberapa cukup baginya
menjelang subuh hingga ashar
bergulat dengan peluh dan kumuh di sepanjang
jalan yang dilaluinya
perempuan-perempuan kasih
merajut jaring,menenun, meraih mimpi
di balik tembok perababan
tetapi air susunya tetap menetes di
di bibir anak-anaknya
tak lepas dari kasih suaminya
tak ada keluh kesah
tak tergerus oleh waktu dan arus global
yang meracuni di setiap tarikan nafasnya
perempuan-perempuan di kitaran airmata
kekerasan,penyiksaan dalam rumah tangga
tetap bertahan demi alasan anak bangsa
mungkin rasa cinta yang masih tersisa
dan sejumput asa di antara kerasnya
beban hidup yang semakin menggila
mereka perempuan-perempuan tangguh
menyapa mentari hingga menjelang senja
menebar asa sepanjang masa
tak ada keluh kesah
di setiap saat selalu ada
di setiap duka melipur lara
di setiap sudut hati terselip doa
ketulusan , kejujuran ,dan kesetian
demi anak-anak tercinta
demi doa seorang perempuan
perempuan yang engkau sebut Ibu

Karya:Sri Sunarti, Des 2015

Puisi Ibu di Hari Ibu :‎ Febrianiko Satria‎ dalam Sembilu Kenangan

SEMBILU KENANGAN

Ibu adalah sembilu kenangan
tentang peluh yang diam
tentang keluh yang terpendam
tentang dekap sepanjang hayat
tentang jarum jam yang terus berdetak
tentang sejuta nafas yang terus bertumpu di punggungnya

Jambi, 12 Desember 2015

Puisi Ibu di Hari Ibu : Wardjito Soeharso dalam : Tak kenal lelah

Keringat yang deras mengucur
Lengket baju dengan kulit
Beban berat di punggung
Jalan setapak berbatu hitam
Selaras kulit tubuhmu yang legam
Semua terpancar dari wajahmu yang tegar
Sorot matamu yang tetap pendar
Kau terus saja melangkah
Tak kenal lelah
Tak mau kalah

 Ada beberapa pilihan kata Mas Wardjito Soeharso yang unggul seperti../ Lengket baju dengan kulit/... satu baris yang memiliki makna panjang. jempol tentunya ,

Puisi Ibu di Hari Ibu : Bhe She : Ingatanku hanya sepiring nasi


Matahari sinarnya jatuh di pipi
Yang kubiarkan mengeriput
Sebab lupa cara bersolek
Ingatanku hanya sepiring nasi
Untuk esok hari
Hingga keningku melintang garis
Garis nasib yang harus kujejak
Untuk selalu mengingatNYA
Karena tangis yang rutin kusampaikan..

 Puisi yg dibuat spontanitas menunjukan kemahiran berbahasa dari olah pikir yg sangat cepat yang dapat langsung direkam dalam bahasa tulis, Bhe She cukup piawai